Sebagai istri tokoh pergerakan nasional paling populer ketika itu, Ny Fatmawati juga menyadari bahwa kemerdekaan Indonesia hanyalah soal waktu. Suaminya, Ir Soekarno mendorongnya untuk membantu menyiapkan agenda penting; Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Ny Fatmawati membantu menjahitkan bendera merah putih yang idenya diambil dari panji kebesaran Majapahit.
Ny Fatmawati tidak membuat bendera merah putih sekali jadi. Sebelum 16 Agustus 1945, ia sudah menyelesaikan sebuah bendera merah putih. Namun ketika diperlihatkan ke beberapa orang, bendera tersebut dinilai terlalu kecil. Panjang bendera itu hanya sekitar 50 cm. Tak dinyana dalam situasi seperti itu, tekanan malah bertambah.
Tanggal 16 Agustus 1945, terjadi peristiwa Rengasdengklok. Para pemuda menuntut Soekarno-Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, esok hari. Bahkan, Ny Fatmawati sempat ikut dibawa ke Rengasdengklok bersama bayinya, Guntur, sebelum dipulangkan ke Jakarta. Dus, bendera merah putih yang baru dan lebih besar harus segera dibuat.

